Jumat, 30 November 2012

Piring


Mencuci piring ini, terbayang juga sisa
Makan hati nimbus malam samudera.
Bekas sabun ini, melekat juga kenangan berembuk :
Otak yang hancur sehabis lapar berdentum!




Memecah piring ini, terbayang juga sisa
Pesawat tak bernama nimbus cakrawala
Lepas alun ini, masih saja gelombang lain beralun
Beling dan belang subur nyerap dalam belum!

Aku debu beling debu belang, di sini dan ini
Otakku penuh sabun. Tapi tak juga tercucu daki.
Dan pada mesin waktu masih kudengar nyanyi nasi.
Dalam piring rindu kunyahan gigi. Lalu sunyi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar