Mencuci piring ini, terbayang juga sisa
Makan hati nimbus malam samudera.
Bekas sabun ini, melekat juga
kenangan berembuk :
Otak yang hancur sehabis lapar
berdentum!
Memecah piring ini, terbayang juga
sisa
Pesawat tak bernama nimbus cakrawala
Beling dan belang subur nyerap dalam
belum!
Aku debu beling debu belang, di sini
dan ini
Otakku penuh sabun. Tapi tak juga
tercucu daki.
Dan pada mesin waktu masih kudengar
nyanyi nasi.
Dalam piring rindu kunyahan gigi. Lalu
sunyi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar